Sebuah stasiun televisi lokal memproduksi drama kolosal berdasarkan cerita rakyat "Calon Arang". Dalam salah satu episode, tokoh Rangda digambarkan sebagai sosok penyihir jahat murni tanpa konteks spiritual atau historis yang lebih dalam, yang memicu protes dari beberapa budayawan dan komunitas adat. Sebagai manajer program yang bertanggung jawab atas konten budaya, Anda harus mengatasi kritik ini dan memberikan arahan kepada tim produksi untuk revisi. Pendekatan kritik sastra Bali manakah yang paling tepat Anda gunakan untuk membimbing tim produksi agar penggambaran tokoh Rangda menjadi lebih akurat dan dapat diterima secara budaya tanpa menghilangkan daya tarik dramatis?