PT Investama sedang mengevaluasi dua proyek investasi potensial: Proyek A dan Proyek B. Kedua proyek memiliki nilai investasi awal yang sama, yaitu Rp500 juta. Proyek A diperkirakan menghasilkan arus kas bersih tahunan Rp200 juta selama 3 tahun, sedangkan Proyek B diperkirakan menghasilkan arus kas bersih tahunan Rp180 juta selama 4 tahun. Dengan asumsi tingkat diskonto yang relevan adalah 10%, metode Net Present Value (NPV) mana yang paling tepat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi dan mengapa?