Dalam sebuah rapat internal, Direktur Pemasaran PT Cemerlang Jaya meminta tim akuntansi untuk mengklasifikasikan biaya promosi yang sangat besar sebagai 'biaya pengembangan produk' agar laporan laba rugi terlihat lebih efisien. Sdr. Fajar, kepala departemen akuntansi, mengetahui bahwa hal ini secara substansi tidak tepat dan akan menyesatkan pembaca laporan keuangan. Tekanan untuk menyetujui permintaan ini cukup kuat mengingat target kinerja departemen pemasaran. Bagaimana Sdr. Fajar seharusnya merespons situasi ini?