Sebuah perusahaan startup teknologi di Bandung ingin menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi karyawan dari berbagai daerah, termasuk mereka yang baru belajar bahasa Sunda. Mereka ingin memasukkan elemen bahasa Sunda dalam komunikasi internal, seperti pengumuman rapat atau ucapan selamat, namun tanpa membuat karyawan non-Sunda merasa terasing. Bagaimana pendekatan terbaik untuk mengintegrasikan bahasa Sunda secara efektif dalam budaya perusahaan?