Dalam sebuah rapat direksi di perusahaan yang beroperasi di Jawa Barat, seorang direktur menyampaikan laporan menggunakan kombinasi bahasa Indonesia dan beberapa istilah bisnis dalam bahasa Sunda yang sangat kontekstual. Beberapa anggota direksi yang bukan penutur asli Sunda terlihat kesulitan memahami. Sebagai sekretaris rapat, bagaimana Anda akan mengatasi situasi ini agar komunikasi tetap efektif dan tidak ada miskomunikasi?