Seorang manajer proyek konstruksi menghadapi masalah bahwa beberapa pekerja seringkali tidak menyelesaikan tugas sesuai standar kualitas yang ditetapkan, menyebabkan perlunya pengerjaan ulang. Jika ia mengingat guguritan pupuh Asmarandana yang mengulas tentang 'tanggung jawab dina pancén' (tanggung jawab dalam tugas) dan 'ulah éngkang-éngkang' (jangan setengah-setengah), langkah manajerial apa yang paling efektif untuk diterapkan?