Carpon 'Nu Ngadagoan Panonpoe' mengisahkan tentang sebuah desa wisata yang memiliki potensi alam luar biasa (curug, sawah terasering), namun minim fasilitas dasar seperti toilet umum dan tempat sampah, sehingga wisatawan enggan berkunjung kembali. Sebagai pengelola destinasi wisata, prioritas pengembangan infrastruktur apa yang paling mendesak untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan citra desa?