Johan, seorang siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sering merasa harus terus-menerus terhubung dengan internet dan media sosial, bahkan di waktu istirahat. Ia merasa gelisah jika tidak mengecek notifikasi atau membalas pesan. Akibatnya, ia sering kurang tidur dan sulit fokus saat belajar atau beribadah. Bagaimana Johan dapat menerapkan prinsip istirahat dan pemeliharaan diri (self-care) Kristen di tengah tuntutan gaya hidup digital modern?