Sebuah perusahaan logistik yang dikelola secara Kristen sedang mempertimbangkan penggunaan teknologi AI untuk mengoptimalkan rute pengiriman. Meskipun dapat meningkatkan efisiensi, ada kekhawatiran bahwa AI tersebut mungkin merekomendasikan rute yang kurang 'manusiawi' atau mengabaikan kondisi sosial di beberapa area. Bagaimana perusahaan Kristen seharusnya menanggapi dilema ini?