Tim penjualan sebuah perusahaan otomotif sedang berjuang untuk mencapai target bulanan. Manajer penjualan mengadakan rapat rutin, namun seringkali rapat tersebut diwarnai oleh saling tuding dan kurangnya solusi konkret. Beberapa anggota tim tampak enggan berbicara jujur mengenai kendala yang mereka hadapi. Bagaimana manajer penjualan, menerapkan prinsip 'Upacara Li', dapat menciptakan lingkungan rapat yang lebih produktif dan jujur?