Sebuah perusahaan konsultan sedang menjajaki kemitraan dengan perusahaan asing yang berasal dari negara dengan budaya Konfusianisme yang kuat. Dalam pertemuan awal, perwakilan perusahaan asing menunjukkan sikap yang sangat formal, menggunakan bahasa tidak langsung, dan sering kali menunda pengambilan keputusan untuk berkonsultasi dengan atasan mereka. Manajer pengembangan bisnis perusahaan konsultan merasa frustrasi karena hal ini memperlambat proses. Bagaimana seharusnya manajer tersebut menyikapi perilaku ini berdasarkan pemahaman 'Upacara Li'?