Dalam sebuah rapat penting, seorang direktur baru yang sangat muda mengusulkan perubahan strategi yang drastis, yang bertentangan dengan filosofi bisnis yang telah dipegang teguh oleh perusahaan selama bertahun-tahun, yang merupakan warisan dari para pendiri. Karyawan senior, yang loyal terhadap tradisi, merasa cemas dan tidak didengarkan. Bagaimana direktur muda ini seharusnya berkomunikasi agar tetap menunjukkan Bakthi (Xiao) terhadap 'warisan' perusahaan?