Seorang perawat sedang merawat Nn. A (22 tahun) yang mengalami fraktur tibia dan fibula setelah kecelakaan lalu lintas. Nn. A mengeluh nyeri hebat pada area fraktur dengan skala nyeri 8 (dari 10). Setelah pemberian analgetik IV, 30 menit kemudian Nn. A masih mengeluh nyeri, namun skala nyeri turun menjadi 6. Perawat melihat Nn. A tampak gelisah dan sulit tidur. Intervensi keperawatan non-farmakologis manakah yang paling TEPAT untuk ditawarkan perawat kepada Nn. A dalam kondisi tersebut?