Di sebuah lembaga pendidikan kejuruan (SMK), seorang guru menemukan bahwa beberapa siswanya sering membolos untuk bekerja paruh waktu demi membantu ekonomi keluarga. Akibatnya, prestasi akademik mereka menurun. Sebagai guru Agama Katolik, bagaimana Anda dapat menerapkan prinsip martabat manusia dan pilihan istimewa bagi kaum miskin untuk membantu siswa-siswa ini agar tetap dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui pendidikan?