Sebuah perusahaan manufaktur komponen elektronik sedang mempertimbangkan pemasok bahan baku baru. Pemasok A menawarkan harga yang jauh lebih rendah, namun diketahui memiliki rekam jejak kurang baik dalam hal standar keselamatan kerja karyawan dan dampak lingkungan di lokasi produksinya. Pemasok B menawarkan harga sedikit lebih tinggi, namun terbukti mematuhi standar etika dan lingkungan yang ketat. Sebagai manajer pembelian yang berlandaskan nilai Katolik, keputusan manakah yang paling tepat diambil untuk mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan?