Seorang pemilik bengkel mobil di sebuah kota kecil, yang juga merupakan seorang lektor di parokinya, sering diminta oleh Pastor Paroki untuk memperbaiki mobil gereja. Suatu ketika, mobil gereja mengalami kerusakan parah yang membutuhkan biaya perbaikan sangat besar. Pastor Paroki meminta pemilik bengkel untuk mencari alternatif biaya terendah, bahkan jika itu berarti menggunakan suku cadang bekas yang kurang berkualitas. Sebagai seorang awam yang memahami Hierarki Gereja dan etika profesional, bagaimana seharusnya pemilik bengkel bertindak?