Sebuah organisasi nirlaba Katolik yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, menerima tawaran pendanaan besar dari lembaga asing dengan syarat harus mengubah sebagian misinya yang bertentangan dengan Ajaran Sosial Gereja. Pimpinan organisasi tersebut merasa bimbang. Siapa dalam Hierarki Gereja yang seharusnya menjadi rujukan utama untuk meminta nasihat dan arahan dalam mengambil keputusan etis yang krusial ini?