PT. Tekno Maju, sebuah perusahaan manufaktur komponen elektronik, mengalami penurunan kualitas produk dan keterlambatan pengiriman. Setelah audit internal, ditemukan bahwa setiap divisi (desain, produksi, QC, logistik) memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) sendiri yang tidak terintegrasi dan seringkali bertentangan. Akibatnya, terjadi miskomunikasi dan duplikasi pekerjaan. Sebagai manajer proyek yang ditugaskan untuk mengatasi masalah ini, prinsip Gereja yang manakah yang paling relevan untuk Anda terapkan dalam merancang ulang sistem kerja PT. Tekno Maju agar mencapai efisiensi dan kualitas yang konsisten?