Seorang desainer batik muda dari SMK Tekstil ingin memperkenalkan motif batik klasik seperti 'Parang Rusak' atau 'Kawung' kepada pasar internasional yang belum familiar dengan filosofinya. Dalam pameran dagang internasional, bagaimana ia harus menyusun materi eksposisi produk agar pembeli tidak hanya tertarik pada estetika, tetapi juga memahami kedalaman makna dan nilai warisan budaya yang terkandung?