Sebuah bengkel reparasi elektronik menghadapi masalah kepercayaan pelanggan karena beberapa teknisi sering memberikan perkiraan biaya yang tidak transparan atau melebih-lebihkan kerusakan. Kepala bengkel ingin mengembalikan citra positif dengan menerapkan nilai 'jujur lan prasaja' (jujur dan sederhana/terbuka) dari Tembang Gambuh. Bagaimana teknisi harus mengaplikasikan nilai ini dalam berinteraksi dengan pelanggan?