Dalam sebuah novel Jawa, seringkali digambarkan tokoh-tokoh yang menghadapi dilema moral dalam kepemimpinan, antara kepentingan pribadi dan kesejahteraan rakyat. Jika seorang supervisor produksi di pabrik garmen menghadapi situasi di mana ia harus memilih antara memenuhi target produksi yang ambisius (untuk bonus pribadinya) atau memastikan kondisi kerja yang aman dan nyaman bagi karyawannya (yang dapat memperlambat produksi), pelajaran dari novel Jawa manakah yang paling relevan untuk dijadikan pedoman pengambilan keputusan yang etis dan berkelanjutan?