Sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi menghadapi dilema etika terkait privasi data pengguna. Untuk mengembangkan fitur baru yang revolusioner, tim pengembang memerlukan akses ke data pribadi pengguna yang sangat sensitif. Kebijakan privasi saat ini belum secara eksplisit mengatur penggunaan data untuk tujuan pengembangan fitur baru ini. Manajer proyek harus memutuskan langkah terbaik berdasarkan prinsip perlindungan data dan etika Islami. Manakah tindakan yang paling sesuai?