Di sebuah pabrik manufaktur 'Satya Karya', sering terjadi perselisihan antar departemen mengenai pembagian target produksi dan sumber daya yang dirasa tidak adil. Konflik ini mulai mempengaruhi produktivitas, kualitas produk, dan moral karyawan secara signifikan. Sebagai seorang pemimpin tim yang ingin menyelesaikan konflik ini dengan menerapkan nilai Yama Niyama Brata, khususnya Ahimsa (tanpa kekerasan) dan Satya (kebenaran), pendekatan mana yang paling sesuai?