Sebuah perusahaan e-commerce sedang merancang kebijakan privasi data pelanggan yang baru. Beberapa pihak internal menyarankan untuk mengumpulkan data pelanggan sebanyak mungkin untuk keperluan pemasaran, tanpa persetujuan eksplisit. Namun, tim legal yang memahami pentingnya 'Ahimsa' (tanpa kekerasan) dalam konteks perlindungan hak individu, menolak usulan tersebut. Bagaimana penerapan Ahimsa dapat diwujudkan dalam kebijakan privasi data?