Sebuah tim produksi di pabrik garmen sedang mengejar target pesanan besar dengan waktu yang sangat mepet. Salah satu anggota tim, Budi, seringkali terlambat dan hasil kerjanya kurang teliti, menyebabkan penundaan dan cacat produk. Manajer produksi, yang memahami ajaran Samma Vaca (Ucapan Benar) dan Samma Kammanta (Perbuatan Benar), ingin menangani situasi ini. Langkah manakah yang paling sesuai untuk manajer tersebut agar masalah terselesaikan tanpa merusak moral tim dan tetap menjunjung tinggi etika Buddhis?