Sebagai direktur pusat pelatihan kejuruan (SMK), Anda melihat adanya kesenjangan antara kurikulum yang diajarkan dengan kebutuhan riil industri yang terus berkembang pesat. Lulusan seringkali kurang siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Bagaimana Anda akan menerapkan prinsip Bodhisattva untuk mengatasi kesenjangan ini?