Dalam sebuah rapat strategis perusahaan manufaktur, seorang kepala departemen produksi bernama Ibu Ani secara konsisten menyampaikan pandangan yang sangat pesimis dan cenderung meremehkan setiap ide inovasi yang diusulkan oleh tim riset dan pengembangan. Pola pikir ini mulai menurunkan semangat anggota tim lainnya. Bagaimana prinsip pikiran benar (Samma Sankappa) dapat membimbing Ibu Ani untuk mengubah pendekatannya agar lebih konstruktif dan memotivasi tim?