Sebuah perusahaan fesyen lokal ingin meluncurkan koleksi busana modern yang mengintegrasikan motif Ulos. Dalam riset pasar, ditemukan bahwa konsumen muda menginginkan produk yang etnik namun tetap nyaman dipakai sehari-hari dan mudah perawatannya. Tim desain mengajukan dua opsi: 1. Menggunakan Ulos asli sebagai bahan utama, yang cenderung tebal, kurang lentur, dan memerlukan perawatan khusus. 2. Mengadaptasi motif Ulos ke kain katun atau sutra yang lebih ringan, lentur, dan mudah dicuci. Sebagai direktur kreatif, strategi pengembangan produk mana yang paling tepat untuk mencapai target pasar dan menjaga relevansi budaya Ulos tanpa mengorbankan fungsionalitas dan daya pakai produk?