Sebagai seorang peneliti di Balai Pelestarian Kebudayaan, Anda menemukan sebuah manuskrip lontar kuno yang belum teridentifikasi. Manuskrip tersebut tampaknya berisi ajaran tentang etika kepemimpinan dalam Bahasa Bali Kuno. Untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan isinya, langkah awal manakah yang paling krusial Anda lakukan, dengan mempertimbangkan kaidah filologi Bali?