Dalam sebuah lokakarya pembuatan 'pratima' (arca suci) di sebuah sanggar seni, seorang seniman diminta untuk mengukir Aksara Modre 'Bayu' (simbol kekuatan dan kehidupan) pada bagian dasar pratima. Namun, seniman tersebut keliru mengukir Aksara Modre 'Sabda' (simbol suara dan pengetahuan). Apa implikasi PALING KRITIS dari kesalahan ini terhadap fungsi pratima tersebut secara spiritual?