Anda adalah seorang penulis skenario untuk film pendek dokumenter tentang kearifan lokal Sunda. Dalam salah satu adegan, Anda ingin menampilkan dialog antar tokoh yang menggambarkan prinsip 'silih asih, silih asah, silih asuh'. Dialog seperti apa yang paling tepat untuk merefleksikan prinsip tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari di pedesaan?