Dalam beberapa ensambel musik tradisional Indonesia, Rebab (kordofon gesek) dan Suling (aerofon tiup) sama-sama sering berperan sebagai pembawa melodi utama atau penghias melodi. Namun, keduanya memiliki karakter suara dan kemampuan ekspresi yang berbeda. Jika seorang komposer ingin menyampaikan perasaan melankolis yang mendalam dengan nada-nada yang bisa ditahan panjang, instrumen manakah yang lebih cocok dan mengapa?