Generasi muda Indonesia semakin akrab dengan budaya populer global, yang terkadang membuat mereka kurang mengenal atau bahkan mengabaikan nilai-nilai dan tradisi lokal. Bagaimana sekolah sebagai institusi pendidikan dapat berperan paling efektif dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi tanpa terkesan membatasi kreativitas dan keterbukaan siswa?