Seorang pelatih ingin meningkatkan daya tahan kecepatan (speed endurance) atletnya untuk lari 200 meter. Ia merancang program latihan yang terdiri dari lari 60 meter dengan intensitas 95% dari kecepatan maksimal, diikuti istirahat aktif 30 detik (jogging ringan), lalu diulang 8-10 kali. Apakah desain program latihan tersebut efektif untuk meningkatkan daya tahan kecepatan pada lari 200 meter, dan mengapa?