Sebuah biro iklan pariwisata lokal meluncurkan kampanye promosi untuk destinasi wisata di Sumenep dengan menggunakan karakter "Joko Tole" yang digambarkan sebagai sosok petualang modern dengan pakaian yang tidak sesuai konteks zaman cerita rakyat aslinya. Kampanye ini justru menuai kritik keras dari budayawan dan masyarakat setempat karena dianggap mendistorsi citra pahlawan lokal. Sebagai manajer proyek di biro iklan tersebut, bagaimana Anda akan menganalisis akar masalah dan menentukan tindakan korektif paling efektif?