Anda adalah staf di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bertugas mengelola pertunjukan seni tradisional Madura. Sebuah pertunjukan sandur akan dibuka dengan narasi puitis. Anda mendapatkan potongan puisi: "Dhâri dhâng-èdhâng, mèkkèr ngennèng èdhâng" (Dari waktu ke waktu, memikirkan yang sekarang). Bagaimana Anda akan mengaplikasikan puisi ini untuk menekankan relevansi budaya Madura di era modern tanpa kehilangan esensi tradisionalnya?