Di tim Anda, ada seorang kolega yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang berbeda, dan terkadang praktik-praktik mereka (misalnya, ibadah pada jam kerja) dianggap "tidak biasa" oleh sebagian kecil rekan kerja lainnya. Sebagai pemimpin tim yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kristiani tentang kasih dan penghargaan terhadap sesama, bagaimana Anda akan menanggapi situasi ini?