Seorang manajer hotel di Yogyakarta ingin menyusun program "Cultural Immersion" untuk tamu asing. Ia membaca artikel tentang filosofi Hamemayu Hayuning Bawana (memperindah keindahan dunia) dan konsep Unggah-Ungguh (sopan santun). Bagaimana manajer tersebut dapat mengaplikasikan kedua konsep ini dalam programnya agar tamu mendapatkan pengalaman budaya yang autentik dan berkesan, sekaligus menjaga citra profesional hotel?