Sebuah perusahaan manufaktur sedang menghadapi krisis reputasi akibat pemberitaan negatif di media sosial tentang kondisi kerja yang tidak layak bagi karyawannya. Sebagai staf humas (Public Relations) muslim, Anda diminta untuk membuat pernyataan publik yang dapat meredam kemarahan publik. Beberapa pihak menyarankan untuk menyusun narasi yang 'memutarbalikkan fakta' atau 'mengalihkan isu' untuk membersihkan nama perusahaan. Bagaimana Anda akan menjaga kemuliaan diri dan perusahaan dalam menghadapi situasi ini?