Sebuah boiler di pabrik pengolahan kelapa sawit mengalami penurunan efisiensi pemanasan. Setelah diperiksa, ditemukan adanya kerak tebal di bagian dalam pipa penukar panas (heat exchanger). Suhu air yang masuk ke boiler adalah 30^C dan diharapkan mencapai 150^C, namun saat ini hanya mencapai 120^C. Mengapa kerak tebal pada pipa penukar panas menyebabkan penurunan efisiensi pemanasan, dan tindakan perbaikan apa yang paling tepat untuk mengembalikan efisiensi boiler tersebut?