Sebuah perusahaan teknologi mengembangkan algoritma baru untuk sistem pengenalan wajah. Algoritma ini diklaim memiliki akurasi 99% dalam mengidentifikasi individu. Namun, dalam pengujian lebih lanjut, terungkap bahwa algoritma tersebut cenderung kurang akurat pada individu dengan warna kulit gelap. Hal ini menimbulkan pertanyaan etis yang serius. Prinsip etika informatika manakah yang paling relevan terlanggar dalam kasus ini?