Seorang CEO perusahaan multinasional (dianggap telah melewati fase 'Grhasta Asrama' dan kini berorientasi pada 'Wanaprasta Asrama' dalam konteks kepemimpinan) memiliki opsi untuk menginvestasikan dana besar pada proyek yang sangat menguntungkan secara finansial, namun berpotensi merusak lingkungan. Di sisi lain, ada proyek dengan keuntungan moderat tetapi sangat bermanfaat bagi komunitas lokal dan lingkungan. Bagaimana CEO ini sebaiknya mengambil keputusan berdasarkan prinsip Wanaprasta Asrama?