Seorang pendiri startup teknologi menerapkan filosofi bisnis yang sangat pragmatis, hanya berfokus pada keuntungan finansial yang nyata, metrik kinerja yang terukur secara empiris, dan kepuasan pelanggan yang dapat diobservasi langsung. Ia cenderung mengabaikan aspek-aspek non-material, etika, atau nilai-nilai spiritual yang tidak memiliki dampak langsung dan terukur pada keuntungan perusahaan. Filosofi ini paling dekat dengan pandangan Darshana apa?