Sebuah monumen bersejarah dibangun menggunakan dua jenis batuan: bagian dasar menggunakan marmer dan bagian patung menggunakan granit. Setelah beberapa abad, bagian marmer menunjukkan kerusakan yang lebih parah berupa pelarutan dan lubang-lubang kecil, terutama di daerah yang sering terkena hujan asam, sedangkan granit relatif lebih utuh. Mengapa marmer menunjukkan kerusakan yang lebih signifikan dibandingkan granit dalam kondisi tersebut?