PT 'Sinar Abadi' adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen elektronik. Setelah produksi massal, tim quality control menemukan bahwa sekitar 5% dari komponen tersebut memiliki cacat minor yang tidak terlalu terlihat, namun berpotensi mengurangi masa pakai produk jika digunakan dalam jangka panjang. Manajer produksi berpendapat bahwa untuk menghindari kerugian besar dan memenuhi target pengiriman, komponen tersebut sebaiknya tetap dijual. Namun, kepala divisi riset dan pengembangan khawatir akan reputasi perusahaan dan dampak negatif pada konsumen. Bagaimana prinsip 'Sila' (kemoralan) dalam ajaran Buddha seharusnya memandu keputusan PT 'Sinar Abadi' dalam kasus ini?