Bapak Togar, Manajer Proyek di sebuah perusahaan kontraktor di Medan, sedang memimpin rapat dengan perwakilan mitra kerja dari Jepang. Dalam pembahasan jadwal proyek, perwakilan Jepang menyampaikan kekhawatiran tentang potensi keterlambatan. Bapak Togar ingin meyakinkan mitra bahwa timnya mampu mengatasi tantangan tersebut tanpa terkesan meremehkan kekhawatiran mereka. Pernyataan mana yang paling mencerminkan tata krama "mandok hata" dalam konteks bisnis lintas budaya ini?