Seorang manajer HR di sebuah perusahaan konstruksi yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara menghadapi konflik interpersonal antara dua karyawan senior Batak dari marga yang berbeda. Konflik ini bermula dari perbedaan pandangan dalam penentuan vendor lokal, namun semakin memanas karena salah satu pihak merasa tidak dihargai secara adat oleh pihak lain. Sebagai manajer HR yang bertanggung jawab menjaga iklim kerja yang harmonis dan produktif, tindakan strategis apa yang paling efektif untuk menyelesaikan konflik ini dengan memanfaatkan pemahaman tentang silsilah marga (tarombo)?