Bab 3: Wacana Berhuruf Bali

LATIHAN1/5
No. 1

Pada sebuah dinas kebudayaan, seorang staf baru ditugaskan untuk menyusun daftar inventarisasi benda-benda budaya yang menggunakan aksara Bali. Salah satu instruksi dalam SOP menyebutkan bahwa setiap nama benda harus ditulis lengkap dengan 'pangangge suara' (vokal) dan 'pangangge tengenan' (konsonan mati). Staf tersebut sering lupa menambahkan 'cecek' (◌ŋ◌ŋ) untuk akhiran 'ng' pada kata seperti 'Wayang' atau 'Gambang', sehingga tertulis 'Waya' atau 'Gamba'. Konsekuensi dari kesalahan ini adalah perubahan makna atau ketidakakuratan data. Bagaimana seharusnya staf tersebut memastikan kepatuhan terhadap SOP dan akurasi data?