Seiring perkembangan teknologi dan globalisasi, banyak kosakata asing, khususnya dari bahasa Inggris dan Indonesia, yang mulai diserap dan digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Sunda, terutama di kalangan generasi muda. Contohnya, kata 'update', 'scroll', 'viral', atau 'santuy' (dari santai) yang kini sering diselipkan dalam kalimat berbahasa Sunda.
Evaluasi implikasi jangka panjang dari pergeseran linguistik ini terhadap pelestarian dan evolusi bahasa Sunda sebagai bahasa yang hidup, serta berikan pandangan yang nuansa.