Bab 5: Wawacan

LATIHAN1/5
No. 1

Wawacan seringkali menggunakan gaya bahasa 'kakawen' atau 'kaparigelan basa' yang kaya akan metafora, perumpamaan, dan kiasan untuk memperindah narasi. Apabila seorang juru pantun membacakan bagian wawacan yang penuh dengan deskripsi simbolis tentang 'tangkal kai nu geus kolot, daunna ngarangrangan, tapi akarna pageuh nanceb kana taneuh' (pohon tua yang daunnya berguguran, tapi akarnya kokoh menancap ke tanah) untuk menggambarkan seorang tokoh, apa interpretasi yang paling tepat mengenai simbolisme tersebut dalam konteks karakter tokoh?