Dalam upacara pernikahan adat Sunda, tradisi 'Siraman' (mandi kembang) dan 'Sawer' (menabur beras, uang, permen) memiliki makna simbolis yang mendalam. Jika 'Siraman' melambangkan pembersihan diri dan kesucian, apa makna simbolis yang paling tepat untuk tradisi 'Sawer' dalam konteks filosofi hidup Sunda?