Dalam sebuah rapat desa, seorang warga menyampaikan usulan yang sangat baik namun menggunakan Bahasa Madura yang kurang formal dan terkesan terburu-buru. Warga lain, yang lebih tua dan dihormati, ingin memberikan teguran halus agar ia lebih memperhatikan 'unggah-ungguh basa' tanpa meremehkan usulannya. Bagaimana cara yang paling bijak untuk menyampaikan teguran tersebut?