Peribahasa Madura 'Adhuwa' pello, settong bhunga' (Dua yang menderita, satu yang senang) sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana ada pihak yang dirugikan demi keuntungan pihak lain. Bagaimana peribahasa ini relevan untuk mengevaluasi fenomena sosial seperti ketimpangan ekonomi atau eksploitasi di masyarakat modern?