Bab 1: Pidato Resmi
LATIHAN
• 1/5
No. 1
Lapor
Ketika seorang pembicara resmi di Madura menggunakan frasa seperti 'panjhennengan sadhâjâ' (Anda sekalian) atau 'para bhâghus sadhâjâ' (para hadirin sekalian yang terhormat) dalam pidatonya, hal ini menunjukkan adanya...
A
Kecenderungan untuk memamerkan kemampuan berbahasa Madura.
B
Usaha untuk menciptakan jarak antara pembicara dan audiens.
C
Bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap kehadiran serta status audiens dalam konteks budaya Madura.
D
Kekurangan kosakata dalam bahasa Indonesia, sehingga harus beralih ke bahasa Madura.
E
Upaya untuk memperlambat tempo pidato agar audiens bisa mencerna.
Sebelumnya
Selanjutnya